Kampung Lauk, rumah makan wajib di Palangkaraya

30 Jan

kampung lauk

kampung lauk

Berkunjung ke Palangkaraya belum lengkap jika belum melihat ikonya yaitu, Jembatan Kahayan dan tetap belum lengkap juga klo belum merasakan rumah makan khasnya.
Tidak begitu jauh dari Jembatan Kahayan tsb, cukup melewati jembatan tersebut sambil menikmati pemandangan kota Palangkaraya dari atas jembatan sekitar 5menit ke arah luar kota ada sebuah rumah makan yang cukup unik.
Terpampang di depannya tulisan, Kampung Lauk dan tentunya berderet2 mobil. Dari namanya saja kita pasti sudah bisa menyimpulkan kalau rumah makan ini bakal mengkhususkan makanan bernama ikan. Yup, kampung lauk ini khusus menyajikan makanan dari ikan mulai dari Nila, Bawal,Patin, Emas, JelawAt termasuk juga Udang. Ikannya disajikan mulai dari yg digoreng sampai dibakar.
Kenapa unik? Berada di pinggir sungai Kahayan yang berupa pondok-pondok berpanggung, sehingga kita bisa menikmati aktivitas2 sungai kahayan, kapal/klotok lewat, pesawat capung mendarat, memancing, dll. Dan yang lebih unik lagi, ikan2nya segeeer dikarenakan langsung ditangkap di kolamnya baru dimasak, karena sebelumnya lokasi ini tempat pembenihan ikan. Sehingga sangat wajar menunggunya lama, setengah jam tmasuk sangat cepat menunggu makanan datang. Dan uniknya lagi kita bayar ikannya bukan berdasarkan jumlah dimakan, tp berdasarkan berat ikannya. Dan yang patut dicatat lagi, pondoknya gratis. Hmmmm, makanan yg mungkin sangat khas dan hanya ada di kalteng adalah sayur rotan, sehingga merupakan kewajiban utk memasukkan ke list pesanAn .

Iklan

10 Tanggapan to “Kampung Lauk, rumah makan wajib di Palangkaraya”

  1. damz 01/02/2010 pada 5:28 am #

    duuuh, kangen ikan & udang segar…
    fotonya diupload juga dong! biar tambah bikin ngiler.. 🙂

  2. Lomar Dasika 03/02/2010 pada 11:23 am #

    waktu saya kesana sich saya nggak makan sayur rotannya 🙂
    tapi jujur, ikan patinnya enakkkkkkkkkkkkkk banget!!!! saya yang biasa-biasa aja sama ikan sampai jadi demen sama ikan loch…wekeke…

  3. didut 19/02/2010 pada 8:38 am #

    kurang foto makanannya 🙂

    • aNNo' 19/02/2010 pada 8:59 am #

      Hehehehe, iy bro…belum sempat upload..5ikamin pd ngiler liat merah2nya

  4. alfondores 24/02/2010 pada 11:02 am #

    foto kulinernya gak keliatan mas… biar lebih mantap info wisatanya

  5. Natta 03/03/2010 pada 3:37 pm #

    spot yang sama tempat gw pepotoan…
    hahahaha

  6. lutfi 18/03/2010 pada 7:37 am #

    slm sukses bung,
    maaf, sy izin kutip tulisan anda utk referns mengisi rubrik d srt kbr kami.
    trims

    • aNNo' 18/03/2010 pada 7:41 am #

      Ok…
      Btw, surat kabar apaan bung asal referensi alamat blog ini juga ditulis ya bung

  7. Juvry Tobing 22/03/2010 pada 8:20 pm #

    Mantap makannya di Kampung Lauk, palagi sambil mancing walaupun cuma dapat Lais dan seluang….

  8. pasar astambul 21/06/2014 pada 6:23 pm #

    Reblogged this on pasar astambul.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: