Tag Archives: Rumah Adat

Kuburan bayi di Toraja lebih unik

30 Mar

Setelah sebelumnya kita melihat kuburan masyarakat suku Toraja yang di bukit-bukit batu di Lemo, ternyata tidak semua umur di kubur di bukit batu itu.

Tidak begitu jauh dari Lemo sekitar setengah jam dengan medan perjalanannya juga lebih kurang sama dengan yang di Lemo, menyusuri kaki-kaki bukit kemudian masuk jalanan ke kampung-kampung, bertemulah kita dengan berderet-deret Tongkonan.

Kemudian tidak jauh dari deretan Tongkonan -rumah adat suku Toraja kita akan melihat plang nama bertuliskan Baby Grave atau Kuburan Bayi Kambira. Yop di Kambira, salah satu kampung lagi di Toraja Utara yang bisa melihat kuburan bayi suku Toraja.

Kenapa dibilang lebih unik? Senyampenya di areal pekuburan, gw sempat bertanya-tanya yang mana kuburannya, batu nisan tidak ada, dan disini juga tidak berupa lereng bukit hanya ada anak tangga dan pohon besar. Nach ya itu yang pohon besar kata guide gw.

Dan diteliti lebih jauh di pohon besar itu memang ada pintu-pintu yang sepertinya terbuat dari lapisan kulit pohon aren yang berbentuk segiempat. Dan menurut info yang pintu segiempat itulah pintu ke kuburan bayinya.

Jadi, anak-anak yang giginya masih berupa gigi susu jika meninggal maka akan dikubur didalam batang-batang pohon besar itu.

Di Kambira ini tiket masuknya hanya Rp5000/orang dan juga sudah disediakan lahan parkir untuk mobil yang mungkin maksimal hanya 5 mobil sedang dan juga sudah disediakan toilet, sehingga lumayan nyaman berkunjung kesini. Tetapi tetap hati-hati berjalan disini, karena jalanan licin. Dan disini juga sudah ada toko souvenir khas Toraja.

Iklan

Melihat kuburan unik di Lemo, Toraja

26 Mar

Jika mendengar nama Toraja, semua orang pasti bakal terlintas dibenaknya kuburan-kuburan di lereng bukit batu. Yop, di Toraja mereka mempunyai kepercayaan dimana masih ada kehidupan setelah mati. Sehingga mereka akan mengadakan pesta sebesar2nya untuk mengantarkan seseorang yang telah  meninggal dunia ke keburannya.

Nach kuburan untuk yang meninggal dunia juga lain dari yang lain, kuburannya ada di lereng bukit dimana dinding bukit dibuat lobang yang bisa dimasukkan peti mati. Proses sebelum memasukkan peti mati inilah yang dipestakan besar-besaran oleh masyarakat Toraja. Karena pesta besar-besaran, maka tak heran jika jarak antara pesta dan waktunya yang meninggal dunia itu bisa jauh sekali sampe ada yang bertahun-tahun.

Nach, karena jika belum dipestakan si peti mati belum bisa dimasukkan ke lerangbukit, maka si peti mati dismpan dulu sementara di Tongkonan yang berkaki empat seperti di foto pertama sebelah kanan.

Dan nantinya di lereng bukit setelah peti mati dimasukkan di depan lobangnya akan dipasang patung ukiran dari kayu yang mirip dengan wajah yang meninggal dunia. Patung ini disebut juga Tau Tau oleh orang Toraja.

O iya, selain bisa melihat kuburan khas suku Toraja di lereng bukit, disini kita juga bisa melihat Tongkonan -rumah adat khas toraja – yang sudah berumur tua. Dan jika pengen mengoleksi souvenir khas toraja disini juga ada beberapa toko souvenir.

Tetapi yang uniknya tempat wisata Lemo ini, memang khas dengan tujuan wisata ke kampung khas Toraja asli. Lemo yang hanya 15 menit ditempuh perjalanan darat dari kota Rantepao ini berkhas kampung dengan jalan akses yang belum beraspal mulus tetapi hanya masih tanah yang dilapisi batu-batu sungai, kemudian kita serasa masuk ke kaki-kaki bukit dan bertemu desa ini. Tiket masuknyapun hanya Rp.5000

Korean Village…a real of korea

22 Okt

Setelah sebelumnya kita mengetahui secara garis besar bagaimana kehidupan korea itu via museum, nach sekarang kita bisa melihat secara langsung bagaimana aktivitas mereka di daerah aslinya, tepatnya kita bisa melihat itu semua seperti layaknya masy Lombok dengan Sasak Villagenya, maka korea juga punya Korean Village.

Korean Village berada di tengah kota, sehingga sangat gampang dicapai dari kota metropolis Seoul. Sehingga bagi mereka yang belum pernah tahu bagaimana kehidupan masyarakat aslinya bisa langsung berkunjung ke Korean Village ini. Areanya sangat luas, dan dibentuk benar-benar persis seperti perkampungan Korea asli, dan konon kabarnya Korean Village ini aslinya memang perkampungan asli yang memang dipertahankan sebagai cagar budayanya. Dan hanya saja penduduk aslinya yangmemang sudah tidak ada, tetapi di korean village masih tetap ada masyarakatnya yang diwakili oleh para aktor/aktris yang berperan sebagai penduduk asli dan digaji oleh dep pariwisatanya.

Di Korean Village ini kita bisa melihat bentuk rumah mereka yang atapnya terbuat dari jerami dan juga bisa masuk kedalam rumahnya yang unik dimana ruangannya ato tepatnya dibawah lantai ruangannya yang kayu tersebut terhubung ke dapur dimana disana ada semacam tungku sehingga jika dimusim dingin ruangan di kamar tetap hangat. Dan kamar laki-laki dan wanita terpisah. Dan jika suami istri ingin berhubungan maka istrinya harus masuk ke kamar laki-lakinya. Dan yang unik lagi diluar rumah digantung macam-macam hasil ladangnya seperti padi,gandum,jagung dan buah-buahan dan ada satu yang unik lagi ada gantungan tepatnya ukiran dari kayu yang menyerupai alat kelamin laki-laki alias p*ni* yang tidak hanya satu seperti gambar diatas yang konon kabarnya itu untuk mendapatkan anak laki-laki.

Dan di masyarakat korea ini anak laki-laki dipisah dengan anak perempuan, mereka hanya bisa ketemu kalo misalnya mereka udah nikah. Ini bisa dilihat dari permainan mereka yang terpisah antara permainan anak laki-laki dan anak perempuan dengan tempat yang berbeda pula tentunya.

Permainan anak cowok berupa tarian yang menawarkan akrobat-akrobat dengan tali yang panjang yang berada di topinya yang bisa berputar-putar, sedangkan yang cewek permainanannya lebih ekstrim.

Gw merasa permainan mereka ini serasa kebalik malah yang cewek yang ekstrim. Dan yang tak boleh dilewatkan satu lagi adalah ada sebuah kepercayaan dimana di kampung asli tersebut disediakan sebuah wadah seperti guci dan jika kita bisa memasukkan kayu sebesar telunjuk sepanjang satu meteran dari jarak 2-3 meter 5x berturut-turut maka semua keinginan ketika kita memasukkan kayu tersebut akan terkabul. So, jika sempat berkunjung ke Seoul, Korsel lokasi ini jangan sampai terlewatkan. Dan disini juga terdapat stan untuk mencari oleh-oleh, dan yang khas tentunya miniatur rumah korea.

ps : o iya, mohon dikoreksi jika ada info diatas yang keliru karena info diatas sesuai info dari tour guide gw.

Mengenal Korea ‘via’ Museum

12 Okt

Jika berkesempatan berkunjung ke negara Korea Selatan(Korsel) atau berniat berkunjung ke Korsel, tempat wajib yang harus dikunjungi adalah museumnya yaitu National Folk Museum of Korea. Museum ini berada di tengah kota Seoul ibukota negara Korsel. Dan museum ini malah dikepung oleh gedung-gedung bertingkat sekelilingnya. Dan meuseum ini juga bersebelahan lokasinya dengan kantor perdana menteri dari negara ginseng ini yang disebut Blue House.

Dan konon tadinya komplek museum ini adalah eks komplek istana kekaisaran Korea yaitu istana Gyeongbokgung yang saat ini tidak berfungsi lagi. Sejak museum ini digabungkan dengan kompleks istana tersebut, maka museum ini sangat luas sekali. Pertama masuk kita akan disuguhi oleh patung-patung yan g konon katanya itu merupakan patung di pusara kuburan-kuburan dan juga ada ukiran-ukiran kayu yang disebut jangseung sebagai penyukses panen dan seterusnya kita akan disuguhi bangunan tinggi berupa seperti pagoda yang dibawahnya ada ruang museum utama/exhibition hall.

Di ruang exhibition hall ini terbagi beberapa ruangan yang saling menyatu, dimana disini kita bisa belajar mengenai bagaimana kehidupan masyarakat korea jaman dulu sampai sekarang, asal muasal korea, proses perkawinan di korea, etnis yang ada di korea, suasana pedesaan korea, pakaian daerah , rumah-rumah khas korea dan tentunya juga benda-benda kuno asli korea yang kesemuanya  diceritakan di beberapa diorama seperti halnya diorama di Monas, Jakarta tetapi disini sangat lengkap sekali.

Selain kehidupan korea, disini juga diceritakan bagaimana proses pembuatan Kimchi-sayuran khas korea, huruf kanji korea dan tentunya ginseng korea. Selain exhibition hall juga tersedia musem khusus anak-anak. Setelah puas mengenal korea lebih dekat di ruangan, masih banyak juga yang menarik di area luar museum. Selain ada patung pemanggil panen, disini kita bisa memasuki area bekas istana dan melihat ruang-ruangannya yang sangat megah dengan ciri khas ruangannya adalah warna merah.Dan setelah puas berkeliling dan tentunya bangunan yang sangat kokoh biarpun terdiri dari kayu-kayu. Dan di luar area istana kita bisa berfoto dengan aktor-aktor yang berperan seolah-olah masih sebagai penjaga istana jaman dulu.

Dan jadikanlah foto bersama penjaga sebagai oleh-oleh dari museum korea ini. Cukup seharian di museum ini, kita sudah bisa mengenal korea hampir 100% saking lengkapnya isi museum ini. *kunjungan wajib*

Bandara Selaparang, Lombok

7 Okt

Dengan kode AMI berarti kita menuju/telah dari bandara di Pulau Lombok. Mungkin AMI lebih kurang singkatan dari AMpenan Indonesia..(sorry ini asal)…Kenapa Ampenan ? Karena bandara Selaparang ini berada di kecamatan Ampenan di kota Mataram, ibukotanya NTB yang berada di pulau Lombok. Dan namanya Selaparang? GW juga gak tau kenapa disebut Selaparang, biasanya sich nama pahlawan lokal sana….andara ini berasitektur bergaya rumah adat suku Sasak dengan ciri khas atap yang bersegi.

Bandara Selaparang ini berada tidak begitu jauh dari kota Mataramnya kurang lebih 15 menit ke kotanya. Bandara ini melayani penerbangan domestik ke Jakarta, Denpasar(Bali) serta Surabaya dan ke kota kecil lain di NTB, pulau Sumbawanya. Bandara ini berada di tengah-tengah perkampungan penduduk dan dikelilingi sawah-sawah penduduk seperti terlihat di gambar atas. Bandara ini juga melayani rute internasional ke Singapura. Adapun airline yang melayani rute kesini seperti Garuda, Lion, Batavia, Merpati serta pesawat charter dan Silk Air ke Singapura.

Dan untuk kondisi saat ini menurut gw bandaranya sudah tidak layak lagi dengan jumlah penumpang yang ada, karena bandaranya masih kecil dan kemungkinan permintaan penerbangan dengan request tujuan ke Lombok sudah sangat banyak terbukti dengan seat-seat dari airlines yang terisi hampir penuh terus dan dengan rates yang juga tidak sangat bersaing alias mahal.

Dan ternyata ini tidak hayalan gw semata klo nantinya Lombok bakal punya bandara yang layak untuk menampung penumpang yang membludak serta dengan desain yang bagus tentunya. Saat ini pemrov sana lagi membangun bandara baru yang akan melayani banyak rute internasional dan lokasinya juga akan berada jauh dari bandara saat ini dan tentunya juga jauh dari kota Mataram, tapi tenang lokasinya berada di tengah-tengah pulau Lombok sehingga akan memudahkan bagi wisatawan-wisatawan menuju ke lokasi-lokasi favorit di Lombok yang memang menyebar. O iya, nantinya bandara ini akan mempunyai nama Bandara Internasional Lombok….Sip dach dengan bandara baru ini gw berharap Lombok bisa mengimbangi laju wisatawan ke Indonesia sehingga turis-turis luar tidak hanya mengenal Bali. Dan Lombok beneran bisa menjadi Bali keduanya Indonesia.

Petualangan di Sasak Village, Lombok

6 Sep

Suku Sasak merupakan suku asli di pulau Lombok. Suku Sasak ini mayoritas beragama Islam walaupun pulau Lombok ini dekat dengan pulau Bali yang mayoritas penduduknya beragama Hindu.

Di pulau Lombok sendiri, telah disediakan perkampungan suku Sasak yang masih mengadopt seperti suku Sasak jaman dahulu untuk semua komponen yang berada di perkampungan. Perkampungan suku Sasak ini disebut juga ‘Sasak Village’biar agak keren dikit, mungkin bisa jadi untuk menarik wisatawan mancanegara agar lebih penasaran dengan kehidupan asli suku Sasak, karena kecendurangan wisatawan domestik jarang yang tertarik dengan budaya-budaya lokal.

Pertama kali memasuki perkampungan Sasak akan terlihat keunikan dari suku ini seperti rumah adatnya yang atapnya terbuat dari jerami dan dindingnya dari bambu. Bentuk atapnya juga sangat unik dengan atap yang agak ditinggikan sehingga berbentuk seperti piramida. Dan desain atap paling unik terutama di lumbung padinya yang atapnya lebih tinggi lagi, dan desain atap lumbung inilah yang dipakai oleh bangunan-bangunan yang ada di pulau Lombok seperti bandara, perkantoran, restoran serta hotel atau villa-villa. Keunikan rumah adat lombok tidak hanya itu saja, lantainya ternyata dibuat dari campuran kotoran kerbau dan kelapa serta tanah tentunya. Dan setelah dicek kerumah aslinya, tidak berbau sama sekali, malah tuch lantai lebih keras dari lantai tembok. Dan perkampungannya ini juga berada di perbukitan.

Dan dari adat dari cerita yang gw dapat ada yang unik dari perkawinannya, dimana sebelum acara lamaran calon pengantin pria kudu menculik dulu caon istrinya dirumah calon istrinya tersebut dan dibawa lari ke suatu tempat yang tidak diketahui orang. Dan setelah beberapa hari baru keluarga calon pengantin pria datan gke rumah calon pengantian wanita untuk mengutarakan maksudnya. O iya, calon pengantin wanita ini juga harus menyelesaikan minimal 3 buah kain tenunan sebelum bisa dilamar.

O iya, yang boleh tinggal di rumah hanya anak perempuan dan orang tua, sedangkan anak laki-laki tidur di langgar/masjid. Dan kamar anak perempuan berada di bagian dalam rumah sedangkan orang tua di ruang depan. Ruangan rumah sasak hanya 3 ( Kamar bagian dalam, Ruang tengah yang difungsikan sebagai dapur juga, ruang depan sebagai penerima tamu), dan dibagian dalam rumah tidak ditemui ventilasi udara.

Di komplek perumahan Sasak ini juga fasilitasnya juga sudah lengkap mulai dari Tempat Ibadah (baca Masjid), Aula pertemuan, lapangan luas untuk pertunjukan, dan tentunya air bersih yang disediakan sebuah guci di masing-masing rumah. Dan di Sasak Village ini kita juga bisa membeli oleh-olleh khas dari suku asli Sasak mulai dari tenunan kain sampai kerajinan tangannya. Dan yang tidak boleh lupa adalah masyarakat suku Sasak ini sangat ramah dan baik-baik.