Tag Archives: Kuliner

Splendid China, miniaturnya China

20 Nov

Sepertinya halnya negara kita,Indonesia mempunyai Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta dan Korea Selatan dengan Korean Villagenya di Seoul , China juga tidak mau kalah. Tepatnya di Shenzhen mereka mempunyai Splendid China.

Splendid China ini seperti dibilang sebelumnya memang Baca lebih lanjut

Iklan

Surabi ‘Enhaii’

11 Jul

Panekuk atau serabi kebanyakan kita pasti sudah pernah nyoba. Surabi?? Ini kemungkinan sebutan serabi nya di Bandung.
Nach jika kita Bandung, ada Surabi yang selama ini biasanya untuk sarapan pagi dimakan dengan kuah gula merah yang lain cara penyajiannya.
Lokasinya sendiri berada di Jl Setiabudi tepatnya di cafe-cafe/kantin kampus depan kampus Enhaii- salah satu sekolah pariwisata terkenal di Bandung.
Surabi disini cara bikinnya tetap dipanggang diatas penggorengan dengan kayu bakar . Tetapi yang uniknya Surabinya ada topping semacam keju, coklat , fla maupun pisang ataupun oncom khas Bandung. Jadi bener-bener Surabi yanh unik dan patut dicoba jika ke Bandung. Harganya juga sangat terjangkau.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Iga Bakar ‘si jangkung’

30 Jun

Ke Bandung pasti tidak lepas dari Batagor sebagai makanan khasnya. Nach kali ini ke Bandung gw pengen nyoba makanan yang berbeda, begitulah gw bilang ke adek gw ketika kita muter-muter Bandung di malam hari.
Ditawarinlah gw iga bakar. Dari namanya saja gw udah ngerasa beda dari makanan Bandung biasanya. Pertama yang gw bayangin pasti makanan ini mahal dan makannya di restoran atau minimal di cafe-cafe khas Bandung.
Letaknya di jalan Cipaganti tidak jauh dari perempatan Eickman atau lebih tepatnya di seberang Cipaganti Travel. Ternyata tempatnya bukan berupa cafe ataupun restoran hanya berupa tempat makan pinggir jalan berupa tenda2 dan kursi. Senyampe disana sekitar 3deret kursi yang tersedia sudah penuh pengunjung dan dalam hati gw udah mengira pasti makanannya bakal enak. Menu favorit disini adalah Iga Bakarnya. Bentuknya seperti di gambar disuguhkan menggunakan hotplate dan berwarna hitam dikarenakan banyak kecap ssi sponsornya.
Setelah diicip, rasanya berbeda dari iga biasanya, agak manis dikit mgkn dikarenakan kecapnya dan dagingnya juga gurih. Mantabb pokoknya dach. Dan untuk harga murah euy hanya 12-14rb.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Pa’piong, makanan khas Toraja

17 Mar

Pa’piong merupakan makanan khas Toraja. Papiong berupa lauk pauk untuk pelengkap makan dengan nasi. Pa’piong ini berupa lauk pauk yang dimasak denga sayuran didalam bambu, dan dimasak dengan cara dibakar.
Adapun campuran sayurannya antara lain : daun bawang, serei, telor,merica, bawang putih dan bawang merah.
Biasanya ada beberap pilihan isi lauknya yaitu ayam, ikan dan babi.
Untuk rasa menurut gw seperti layaknya pepes – pepes khas Sunda.

Sigombing Kebon Sirih

19 Nov

Jika ke Jakarta, tentu tidak lengkap pula rasanya jika tidak merasakan kuliner khasnya. Nach, menurut gw salah satu kuliner yang sangat khas dan enak adalah Nasi Goreng Kambing. Pasti pada kaget….kenapa Nasi Goreng Kambing?…..Karena sepengatahuan kita Nasi Goreng itu bukannya dimana-mana ada, jadi bukan khas Jakarta tentunya, yup bener,..walopun ditambah Kambing memang belum cukup khas sebagai makanan asli Jakarta.

Nach, Nasi Goreng Kambing yang ini dibilang khas dikarenakan rasanya yang mak nyoss menurut versi salah satu pakar kuliner Indonesia. Dan gw juga udah membuktikannya sendiri, sebagai warga Jakarta yang bekerja di daerah Kebon Sirih sangat sering makan disini. Yup, sesuai nama daerahnya tadi, Nasi Goreng Kambing (Sigombing) ini namanya Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih dan inipun cuman hanya disini doank. Ech ada 2 dink, satu lagi di Jalan Sabang–masih dekat Kebon Sirih.

Tapi jangan dibayangkan jika Sigombing ini berada di cafe di lobby gedung ataupun di foodcourt sebuah mal ataupun berada di ruko, sigombing ini hanya berupa warung di salah satu gang sempit antara pencakara langit di jalan Kebon Sirih tepatnya diantara Menara Ravindo dan BNI Kebon Sirih. Dan tempatnya sangat sederhana sekali berupa warung kecil, tetapi pelanggannya dari kalangan yang hanya jalan kaki sampai bermobil mewah. Trus temapat makannya gimana?…Nach ini juga unik, selain di warungnya yang hanya cukup beberapa orang saja, kita juga bisa makan di trotoar sambil menikmati suasana jalanan Kebon Sirih yang ramai ataupun cukup makan dari mobil yang satu jalur di Kebon Sirih ini bisa siungsikan sebagai parkir ketika jam kantor sudah lewat.

O iya, Sigombing ini bukanya tiap hari mulai sore hari sampai malam. Dan harap bersabar jika di hari libur apalagi malam minggu, antriannya panjang.

Seperti di bilang sebelumnya lokasinya berada di Jalan Kebon Sirih Raya -jalan satu arah dari Sudirman arah Tugu Tani. Dan jika yang masih awam dengan Jakarta ke tempat ini bisa dijangkau dengan naik Busway koridor 1 turun di Halte BI kemudian jalan kaki ke Kebon Sirih arah Tugu Tani/Sabang.

Merasakan suasana Jakarta Tempo Doeloe

15 Nov

Jakarta sebagai ibukota negara kita, Republik Indonesia yang saat ini disebut juga DKI(Daerah Khusus Ibukota) Jakarta tidak terlepas dari sejarah berdirinya jaman baheula. Nach, untuk saat ini kota Jakarta yang telah berumur beratus tahun ini bisa dirasakan juga bagaimana pentingnya dulu Jakarta di jaman Belanda dulu, Batavia.

kota1

Nach untuk merasakan bagaimana suksesnya Batavia jaman dulu ini kita bisa berkunjung ke daerah Kota namanya yang saat ini termasuk daerah Kotamadya Jakarta Utara atau disebut juga dengan daerah Kota Tua Jakarta atau Old Batavia. Di daerah yang tidak begitu luas ini kita bisa menjumpai gedung-gedung sisa-sisa kesuksesan Batavia jaman dulu dan umumnya juga sudah dijadikan museum seperti Kantor Pos, Bank Indonesia,Museum Fatahillah,  Jembatan Kota Intan, Stasiun, dan masih banyak yang lain.

Untuk saat ini, Kota Tua ini sudah kembali dirawat dengan merehabilitasi gedung-gedung itu kembali seperti Museum Fatahillah dan Museum Bank Indonesia yang sekarang sangat cantik dengan arsitektur Belanda dulu termasuk juga Stasiun kereta api yang dikenal dengan nama Stasiun Beos.

kota2

Untuk mencapai kota ini sangatlah gampang, cukup turun di Halte Busway Kota(paling ujung) koridor 1 (Blok M-Kota) ataupun naik kereta api dan turun di stasiun Kota/Beos dan kemudian dari Halte Kota atau Stasiun Kota ini bisa dilanjutkan dengan jalan kaki menyusuri deretan gedung-gedung tua dimulai dari Museum Bank Mandiri di seberang Halte dan Stasiun. Tetapi jika ingin merasakan sensasi berbeda dengan sensasi jaman dulu bisa menikmati ojek sepeda sampai ke sentral Kota Tua di seputaran Museum Fatahillah. Dari Halte/Stasiun tersebut lebih kurang hanya 500m.

O iya, jika ingin merasakan seperti apa kuliner jaman dulu, disini masih ada cafe Batavia yang sepertinya masih mempertahankan suasana batavia dulu, dan tenang jika pengen masakan jaman sekarang disekitaran Museum Fatahillah ini juga sudah ada pedagang kaki lima dengan jajanan khas seperti nasi goreng, sate dll.

Dan ke sini waktu yang paling tepat datang adalah sore menjelang malam, banyak aktivitas yang ada seperti fotografi, skater, nongkrong ataupun hanya pindah internetan karena PEMDA menyediakan akses hotspot dari TELKOMHotspot. Jadi jika ingin langsung upload status atau foto ketika berada disana bisa langsung dach. Enjoy Jakarta !!!

‘Menikmati’ Sate Buaya di Balikpapan

11 Agu

Berkunjung ke Balikpapan selain menikmati nuansa kota yang tertib dari kota minyak ini, kita juga bisa menikmati wisata kuliner yang terasa ekstrim. Yup, di Balikpapan kita bisa mencoba untuk menikmati sate yang dibilang langka ditemui. Tepatnya adalah menikmati sate dari salah satu binatang yang dikenal buas, Buaya. Hehehe, jadi tidak hanya ayam dan manusia yang ‘disate’ sama buaya tetapi mumpung di Balikpapan kita bisa ‘menyate’ nich binatang hehehe.

buaya1Jadi yang masih penasaran dan merasa dendam banget sama si buaya ini, cukup datang ke Balikpapan. Mungkin pada bertanya masalah rasa?..Untuk rasa menurut gw, rasanya sama saja dengan rasa sate daging yang lain antara ayam dan sapi, tetapi seratnya agak kasar.

buaya2

O iya bagi yang berminat dan memang penasaran gimana lezatnya nich buaya, bisa mengunjungi penangkaran buaya Balikpapan ini yang berada di daerah Lamaru, Balikpapan bag utara. O iya, yang patut dicatat dan penting adalah jadwal untuk sate buaya di penangkaran ini hanya hari minggu saja. Tetapi diluar hari tersebut tetap bisa menikmati wisata penangkaran buayanya, melihat atraksi bagaimana cepatnya si buaya memakan 1 ekor ayam atau melihat bagaimana beberapa buaya saling berebutan makanan. Atau mungkin yang lebih unik lagi bagaimana si buaya itu mengelabui calon makanannya dengan posisi pura2 mati…wehehehehe.

buaya4

Di penangkaran ini tidak hanya sate buaya saja yang ada, tetapi juga ada telur buaya. Tetapi khusus untuk telur ada waktu yang lebih khusus karena tergantung musim bertelurnya, yaitu sekitaran Agustus-Oktober. Dan di penangkaran ini buayanya ada 2 jenis yaitu buaya muara dan buaya yang bermoncong lurus. Dan di penangkaran ini buayanya termasuk lengkap karena ada beberapa kandang yang dipisahkan berdasarkan umurnya.

buaya3

Jika takut menikmati sate buaya maupun telur buaya, dari sini kita tetap masih bisa meninggalkan jejak dengan membeli oleh-oleh unik antara lain Tangkur Buaya untuk stamina pria, bisanya ini favorit-favorit pengunjung, minyak buaya, ataupun kerupuk buaya dan tentu pula tidak ketinggalan kerajinan tangan dari kulit buaya seperti dompet, tas dan ikat pinggang.