Tag Archives: Sate

‘Menikmati’ Sate Buaya di Balikpapan

11 Agu

Berkunjung ke Balikpapan selain menikmati nuansa kota yang tertib dari kota minyak ini, kita juga bisa menikmati wisata kuliner yang terasa ekstrim. Yup, di Balikpapan kita bisa mencoba untuk menikmati sate yang dibilang langka ditemui. Tepatnya adalah menikmati sate dari salah satu binatang yang dikenal buas, Buaya. Hehehe, jadi tidak hanya ayam dan manusia yang ‘disate’ sama buaya tetapi mumpung di Balikpapan kita bisa ‘menyate’ nich binatang hehehe.

buaya1Jadi yang masih penasaran dan merasa dendam banget sama si buaya ini, cukup datang ke Balikpapan. Mungkin pada bertanya masalah rasa?..Untuk rasa menurut gw, rasanya sama saja dengan rasa sate daging yang lain antara ayam dan sapi, tetapi seratnya agak kasar.

buaya2

O iya bagi yang berminat dan memang penasaran gimana lezatnya nich buaya, bisa mengunjungi penangkaran buaya Balikpapan ini yang berada di daerah Lamaru, Balikpapan bag utara. O iya, yang patut dicatat dan penting adalah jadwal untuk sate buaya di penangkaran ini hanya hari minggu saja. Tetapi diluar hari tersebut tetap bisa menikmati wisata penangkaran buayanya, melihat atraksi bagaimana cepatnya si buaya memakan 1 ekor ayam atau melihat bagaimana beberapa buaya saling berebutan makanan. Atau mungkin yang lebih unik lagi bagaimana si buaya itu mengelabui calon makanannya dengan posisi pura2 mati…wehehehehe.

buaya4

Di penangkaran ini tidak hanya sate buaya saja yang ada, tetapi juga ada telur buaya. Tetapi khusus untuk telur ada waktu yang lebih khusus karena tergantung musim bertelurnya, yaitu sekitaran Agustus-Oktober. Dan di penangkaran ini buayanya ada 2 jenis yaitu buaya muara dan buaya yang bermoncong lurus. Dan di penangkaran ini buayanya termasuk lengkap karena ada beberapa kandang yang dipisahkan berdasarkan umurnya.

buaya3

Jika takut menikmati sate buaya maupun telur buaya, dari sini kita tetap masih bisa meninggalkan jejak dengan membeli oleh-oleh unik antara lain Tangkur Buaya untuk stamina pria, bisanya ini favorit-favorit pengunjung, minyak buaya, ataupun kerupuk buaya dan tentu pula tidak ketinggalan kerajinan tangan dari kulit buaya seperti dompet, tas dan ikat pinggang.

Sate Padang

8 Okt

sate lg

sate1

Payakumbuh, kota kelahiran gw

3 Okt

Payakumbuh merupakan salah satu kota yang ada di provinsi Sumatera Barat. Kota ini diapit oleh gunung Sago dan Gunung Bungsu. Kota ini dapat ditempuh sekitar 1/2 jam dari kota Bukittinggi dan +/- 4 jam dari Pekanbaru, Riau Daratan.

Sebelum menjadi kota, kota PYK ini sebenarnya merupakan ibukota kabupaten Lima Puluh Kota, tetapi seiring perkembangannya kota ini memisahkan diri kabupaten induknya dan menjadi kotamadya sendiri.

Kotanya tidak begitu besar, mungkin kalau sekarang digolongkan menjadi kota sedang. Jadi kota ini teang dan damai sekali dan tidak begitu crowded. Yang menarik di kota ini adalah kota ini terdiri dari bukit-bukit sehingga cocok untuk tempat wisata.

Gerbang Masuk Kota.

Jika kita datang dari kota Bukittinggi setelah beberapa saat kita memasuki pintu gerbang kota ini kita akan langsung bertemu lagu dengan gerbang yang diapit dua lereng bukit, lokasi ini disebut juga dengan Ngalau Duo ( Duo= dua ). Ngalau Duo ini berupa obyek wisata goa-goa dan lereng-lereng bukit. Kenapa dibilang Ngalau Duo karena ada Ngalau yang lebih pertama ditemukan.

Ngalau Indah tepatnya namanya untuk Ngalau yang pertama sekali ditemukan. Berbeda dengan Ngalau Duo untuk mencapai Ngalau Indah kita terlebih dahulu harus menempuh jalan mendaki bukit dengan jalan berkelok-kelok khasnya jalan di Sumbar.

ngalau indahJalannya bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat. Sesampai di lokasi Ngalau Indah ini kita akan mendapati pemandangan yang benar-benar indah jika kita melihat pemandangan sekitarnya karena kita berada di puncak bukit. Dan akan lebih indah lagi jika kita masuk ke dalam goanya yang banyak stalagmit dan stalagtitnya.

Dan di lokasi bawah sebelum kita memasuki daerah Ngalau juga ada obyek wisata Medan Nan Bapaneh, disini biasanya digunakan untuk pertunjukan kesenian dan dalam waktu dekat juga akan dibangun WaterBoom.

Ketika kita bertolak memasuki pusat kota kita akan melalui jalan yang bersih serta rapi dan akan menemui masyarakatnya yang ramah dan juga akan menemui beberapa angkot nya yg khas dengan warna biru yg disini disebut Sago.

Di pusat kotanya bangunannya juga didominasi oleh bangunan dg ciri khas Minangkabau berupa atap bagonjong. Di tengah kota juga ada bunderan berupa Jam, tapi tidak sebesar yang di Bukittinggi cuman sederhana berupa tambahan air mancurnya dan juga ada sepeda ontel besar di sebelah kirinya tepatnya di depan Kantor Bupati Lima Puluh Kota. O iya, yang menarik di kota ini juga masih ada Kantor Bupatinya disamping Balaikota, karena kantor Bupati di kabupaten induknya terdahulu belum selesai kalo gak salah ( lama amir y….)

Di kotanya juga belum ada Plaza/Mal, baru ada berupa supermarket/Swalayan dan fastfoodnya CFC (California Fried Chicken).

Fastfood dari luar gak disini karena fastfood aseli sini kayaknya lebih menggiurkan. Siapa yang gak kenal Sate Padang, nach disini ada jenis sate padang yang disebut sate dangung-dangung, ini merupakan inceran perantau-perantau jika pulang kampung, beda dengan sate padang yang kuahnya warna merah, sate ini kuah nya warna kuning kunyit. Kemudian juga ada martabak mesir aseli Kubang, makanannya kalau di jawa disebut martabak telor, beda dari yg di jawa, disini makannya ditemani berupa saos seperti mpek-mpek dan adonanya ditambah potong2an kecil daging, dijamin bakal nambah pokoknya.

Selain makanan tadi, juga ada cemilan seperti Batiah (kerupuk dari nasi), Gelamai (seperti Jenang), Beras Rendang, Dakak-dakak, Lemang, dll.