Tag Archives: Sulawesi

Hasanuddin International Airport, Makassar

23 Okt

Seperti judulnya, Bandara Hasanuddin atau biasa disebut Juga Sultan Hasanuddin International Airport ini merupakan gerbang utama kota Makassar sebagai kota terbesar di kawasan timur indonesia dan berada di propinsi Sulawesi Selatan.

Bandara ini dengan singkatan di kode penerbangan biasa dikenal dengan UPG (mungkin singkatan dari Ujung Pandang-nama lama kota Makassar) Baca lebih lanjut

Juanda, Bandara Internasionalnya Surabaya

13 Agu

Kota Surabaya sudah sangat dikenal sebagai kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta yang juga sebagai ibukota negara Republik Indonesia. Kota pahlawan ini tidak mungkin besar sendirinya tanpa didukung oleh infrakstruktur yang yahud terutama pintu gerbang nya.

Pintu gerbang ini tak lain dan tak bukan adalah bandara. Gw masih inget dan sempat merasakan bandara kebanggaan warga Surabaya dan Propinsi Jawa Timur ini yang masih kecil dan crowded di akhir 2005. Untungnya tidak lama berselang setahun setelah pendaratan gw disono, untuk pendaratan berikutnya bandara ini berobah menjadi lebih besar, bersih, megah dan tentunya skala bandara yang Internasional semakin layak menjadi bandara Internasional.

Merujuk ke wikipedia , tepatnya bandara ini pindah ke bandara baru(lebih tepatnya terminal baru ) 10 Nov 2006 telah dilengkapi terminal khusus untuk domestik maupun internasional yang terpisah sehingga pergerakan penumpang bisa lebih rapi. Bandara yang namanya diilhami oleh penggagas berdirinya bandara ini, yaitu eks Perdana Mentri RI dulu< Djuanda Kartawijaya ini berlokasi sebenarnya bukan di kota Surabaya nya, tetapi di kota satelitnya yaitu Sidoarjo, tetapi hanya 1/2-1 jam perjalan ke pusat kota Surabaya koq.

Bandara Juanda ini bergaya rumah adat Jawa yaitu Joglo yang dilengkapi 11 garbarata dan beberapa ruang tunggu yang nyaman di lantai atasnya. Bandara ini yang sebelumnya telah gw bilang punya 2 terminal yaitu A untuk internasional dan B untuk domestik juga sebagai hub ke beberapa kota lain yang ada di belahan timur Indonesia seperti Sulawesi, Papua dan Maluku maupun Kalimantan serta Bali dan Nusa Tenggara. Untuk Internasional sendiri penerbangan ini melayani penerbangan langsung ke Singapore, Kuala Lumpur, Hongkong , taiwan serta Brunei. Dengan banyaknya trafik tersebut bandara ini ikut juga sebagai bandara tersibuk kedua di Indonesia.

O iya, untuk akses transportasi ke bandara ini sangatlah lengkap mulai dari taksi, bus, rent car dan juga akses ke tol sangat dekat. Dan sebagai bandara hub atau transit di bandara ini sangatlah nyaman fasilitasnya mulai dari cafe, ATM, restoran, toko buku, butik ataupun duty free sangatlah banyak, ataupun mau beli oleh-oleh juga ada beberapa toko disini. Jadi, jikapun di bandara hanyalah transit, kita tidak akan bosan.

Fort Rotterdam, Makassar

29 Jun

Masih teringat di benak gw bagaimana Belanda menaklukkan Slowakia 2-1 di ajang Piala Dunia 2010 semalam yang berlangsung di Afrika Selatan. Mengingat nama Belanda gw jadi teringat lagi gw masih punya PR belum posting lagi tentang perjalanan gw ke Makassar beberapa bulan lalu, terutama tentang Benteng Ujung Pandang yang ketika masa penjajahan Belanda berganti nama menjadi Fort Rotterdam.

Sesuai dari wiki ,  benteng ini ketika masih bernama Benteng Ujung Pandang merupakan bukti  kejawan kerajaan Gowa di Sulawesi.

Sampai saat ini benteng ini sepenglihatan gw disana masih terjaga dengan baik walaupun memang di beberapa bagian ada yang sudah termakan jaman dan juga ada yang runtuh/rusak.

Benteng ini terletak di bagian barat Makassar tidak begitu jauh dari Pantai Losari dan di seberang benteng ini saat ini juga ada penyeberangan ke Pulau Samalona.

Didalam benteng yang lumayan luas ini selain mengagumi arsitektur bergaya Eropanya kita juga bisa menikmati sejarahnya dengan masuk ke salah satu ruang benteng yang dijadikan museum.

Untuk menuju benteng ini sangat gampang sekali, jika anda dari Pantai Losari bisa berjalan kaki menyusuri pantai ke arah utara ataupun naik angkutan kota yang disana disebut Pete-pete.

Samalona, pulau cantik yang tersembunyi di Makassar

11 Mei

Makassar???

Pasti yang terbayang langsung Pantai Losari dan Coto nya dulu atau yang terbaru TransStudionya yang megah itu atau mungkin kapal Phinisi. Belum ada yang terpikir jika Kota Makassar itu mempunyai pulau.

Dari anjungan Pantai Losari sebenarnya kita juga bisa melihat beberapa pulau di lepas pantainya yaitu Pulau Kahyangan , tetapi agak lebih jauh dari Pulau Kahyangan ini nanti kita bisa ketemu lagi dengan pulau yang lebih cantik seperti pulau-pulau yang ada di imajinasi kita selama ini, ,mempunyai pasir putih, pulaunya bisa dikelilingi dan ada beberapa pohon hijau kemudian ada sedikit pondok dan tentunya airnya yang jernih dengan warna biru kehijau2an.

Yop, itu semua bisa kita jumpai di pulau ini. O iya, nama pulaunya Samalona. Tidak tahu juga persis asal usul nama pulaunya. Pulau ini dapat ditempuh dengan menumpang speedboat dari dermaga di seberang benteng  Fort Rotterdam ataupun dari Pantai Losari dengan biaya carter sebesar 300ribu untuk PPnya dengan waktu tempuh lebih kurang setengah jam. Dan sepanjang perjalanan kita juga akan menjumpai banyak kapal-kapal gede yang akan bersandar di pelabuhan ujung pandang.

Dan pulaunya yang kecil ini bisa dikelilingi hanya dalam waktu beberapa menit dan sangat cocok sekali untuk para fotografer untuk mengabadikan keindahan pulau ini sambil berkeliling dengan memanfaatkan objek berupa perahu2 nelayan, gubuk2 serta ada enceng gondok di beberapa sisi pulaunya. O iya, sisi pulaunya sebagian besar berpasir putih kecuali di bagian belakang pulau yang berupa karang agak tajam.

Untuk penggemar snorkeling atau diving, pulau ini mungkin hanya cocok untuk snorkeling karena perairannya dangkal.

Sepertinya pulau ini tadinya hanya sebagai pulau persinggahan nelayan, terbukti di pulau ini ada beberapa rumah penduduk yang bekerja sebagai nelayan. Tetapi, karena bersihnya pasir putih pantainya dan mulai bayaknya wisatawan mengunjungi pulau ini, penduduk di pulai ini mulai menyewakan kamar-kamar di rumahnya ataupun membangun kamar-kamar layaknya kos’an.

Tetapi yang sangat disayangkan, karena masih dikelola oleh masyarakat apapun yang ada di pulau ini semuanya serba dihargai oleh warganya seperti bale-bale yang ada didekatnya rumahnya yang hanya terbuat dari susunan bambu dipaku di kayu disewakan dengan harga 30ribu. Dan jika ingin membasuh badan dihargai 5ibu pergayung apalagi untuk mandi yang berbak-bak pasti akan lebih mahal.

Pengalaman gw bersama teman gw dan teman lainnya, kami menyewa kamar yg dihargai 100ribu sangat kurang nyaman dengan semua fasilitas yang dihargai tersebut. Gw berharap agar ada pihak berkompeten dari dinas pariwisatanya Makassar yang membaca blog ini, sehingga Pulau Samalona bisa dibenahi, karena menurut gw pulau ini salah satu aset yang sangat berharga apalagi sangat dekat ke kota.

Gak ada yang gak kenal Losari di Makassar

6 Mei

Pantai Losari merupakan tujuan wisata yang sagat terkenal di Makassar. Biarpun anda tersesat di Makassar jika anda mencari Losari anda tidak bakal tersesat karena semua orang tahu Losari.

Losari saat ini berupa anjungan yang menjorok ke laut dengan tulisan gede PANTAI LOSARI di bibir anjungannya. Dan menurut gw saat ini rupa pantainya yang gw asumsikan berupa pasir-pasir sudah tidak ada dan sudah tergantikan dengan beton anjungan.

Losari ini tidak begitu jauh dari pusat kota Makassar dan sangat dekat sekali dari Pelabuhan Ujung Pandang dan benteng Rotterdam nya. Pantai Losari akan sangat rame sekali ketika sunset mau datang. Karena di lokasi ini tempat yang sangat cocok menikmati sunset di Makassar. Dan akan lebih nikmat jiga dibarengi dengan pisang epe makanan khas Makassar yang akan banyak ditemui jika malam menjelang di sekitaran Losari ini.

Paotere-tempat melihat kejayaan Pinisi

29 Apr

Semua orang pasti sudah pada kenal dengan nama Pinisi. Yup, Pinisi merupakan sebuah julukan buat kapal yang berasal dari Sulawesi yang kata wikipedia merupakan kapal sukunya Bugis dan Makassar, Sulawesi. Kapal yang berupa kapal layar ini sangat berjaya di masanya dan sekarang juga masih tetap digunakan.

Untuk saat ini jika kita berkunjung ke kota Makassar, lebih kurang 5km perjalanan atau lebih kurang 10 menit dari pelabuhan ada sebuah pelabuhan rakyat yang disana kita bisa jumpai banyak kapal – kapal Pinisi ini. Nama pelabuhannya adalah Pelabuhan Paotere.

Gw ke pelabuhan ini malah tadinya mau jalan kaki dari pelabuhan Ujung Pandang yg dekat Losari, tetapi berhubung setelah menyusuri pelabuhan itu terus ke arah utara tetap gak ketemu Paoterenya, naiklah becak yang hanya minta 15ribu dan gw tawar 10ribu ternyata ok.

Selama perjalanan kita akan menyusuri semacam kota tuanya Makassar layaknya kota-kota dekat pelabuhan kemudian kita akan ketemu dengan gerbang tol pelabuhan, dan kita akan menyusuri jalan di pinggir tolnya dan agak seperti masuk ke kampung nelayan sebelum akhirnya sampai di pelabuhan Paotere.

Pelabuhan Paotere saat ini digunakan sebagai pelabuhan rakyat yang digunakan oleh nelayan untuk membawa hasil-hasil tangkapan lautnya dan mungkin juga sebagai pusat niaganya. Dan di dekat pelabuhan ini kita juga bisa wisata kuliner makanan khas laut yang diracik dengan bumbu ala Makassar.

Tampanggallo, kuburan para bangsawan

19 Apr

Yang berhubungan dengan bangsawan tidak selalu berhubungan dengan yang mewah-mewah.  Apalagi untuk peristirahatan terakhir (baca : kuburan), terutama untuk rakyat Toraja.

Di Tampanggallo, salah satu daerah di Tana Toraja kita bisa melihat  bagaimana warga – warga keturunan bangsawan ini dikubur.

Dan seperti lokasi wisata kebanyakan di Toraja sebelumnya, untuk mencapai daerah ini kita harus melalui jalanan perkampungan dengan jalan yang belum diaspal, disini juga sama, tetapi di lokasi ini, setelah mobil diparkir kita masih harus berjalan kaki lagi menyusuri pematang sawah. Dan lebih kurang sekitar 300m dari parkiran kita akan sampai di sebuah goa.

Goanya lumayan besar dibawah kaki bukit kecil dengan beberapa stalagmit. Sebelumnya gw hanya berpikir ini hanya sebuah goa biasa dimana kita hanya disuguhkan oleh bentukan batu alam dari tetesan air berupa stalagtit dan stalagmit itu, ternyata hanya beberapa langkah dari mulut goa bagi yang tidak terbiasa melihat tengkorak pasti akan kaget, karena banyak sekali tengkorak-tengkorak manusia baik itu kepala, tungkai-tungkai kaki maupun tangan dan lainnya. Sebenarnya mayat-mayat ini sebelumnya berada di peti matinya yang disebut erong-tempat mayat para bangsawan. Tetapi jika erong itu rusak maka tengkorak-tengkoraknya akan dikeluarkan.

Erong itu sendiri juga disusun-susun di dinding-dinding goa dan untuk membedakan isi dari masing-masing erong itu, erong ini dilengkapi juga dengan tautau, semacam boneka dari kayu yang diukir menyerupai wajah dari bangsawan didalam erong itu.

Tampanggallo ini berjarak sekitar 1jam perjalan dari kota Rantepao dan tidak begitu jauh dari obyek baby grave sebelumnya. Tiket masuknya sekitar 5000/orang.