Keliling Kalsel 4hari 3malam (part3)


Hari 3  Banjarmasin – Loksado

Sesuai dari postingan sebelumnya, dari hotel tempat kami menginap kami mendapat perjalanan gratis sekeluarga ke pasar terapung lok baintan. Perjalanannya dimulai setelah subuh dengan berkumpul di lobby dan setelah terkumpul di lobby bberapa orang tamu hotel yang sdh terkumpul diarahkan ke parkiran dan ke dermaga sungai yang persis di depan hotel. 1 kapal lebih kurang diisi 8 orang sehingga langsung berangkat. Lambat laun dari tadi yang kami berjalan mulai gelap telah mulai terlihat rumah2 pinggir sungai beserta aktivitasnya mulai dari yang mandi, cuci baju, cuci peralatan makan ato bahkan malah yg sdh berseragam menunggu angkutan ke sekolah/kerja. Lebih kurang 45 menit kami sampai di sebuah perkampungan pinggir sungai juga yg terdapat jembatan gantung diatasnya dan didepan kami juga terpampang nyata aktivitas jual beli layaknya pasar, tetapi bedanya aktivitas ini dilakukan dari atas klotok (sampan/kapal kecil dlm bhs banjar). Ada terdapat berpuluh2 sampan yg didominsasi ibu2 menjual macam2 mulai dari sayuran, gorengan, buahan ato ada juga nasi kuning untuk sarapan. Nah inilah pasar terapung itu. Karena ramenya klotok penjual dan pembeli inilah yg menjadi daya tarik wisatanya, bagi fotografer cocok utk dipotret , bagi turis/traveler cocok utk bahan cerita dengan pengalaman menarik ini.

img_1365

Setelah puas di pasar terapung ini sekitar setengah jam kami kembali ke hotel dan anak2 tetap nagih berenangnya dengan perjanjian sekitar jam 10 sdh kelar dan kita langsung ke rute selanjutnya untuk kembali ke Balikpapan. Tetapi, kebiasaan anak2 yg belum puas dan setelah molor dari jam 10 pun kita checkout dan mampir sana sini lagi di kota Banjarmasin akhirnya kami bertolak dari Banjarmasin telah kesiangan sehingga kami merubah opsi yang tadinya mau langsung ke Balikpapan, terpaksa mencari opsi berhenti di pertengahan perjalanan dan terlintaslah Loksado, sebuah perkampungan adem di Kalimantan.

Dengan bekal info dari teman blogger juga si anas, dapatlah sebuah penginapan disana. Dan berbekal alamat serta peta lokasi via google maps meluncurlah kami dimana sampe di kota Kandangan, kota terakhir sebelum ke Loksado sekitar jam 6 sore.

Nah dengan berbekal keberanian dan keyakinan saja kami tetap melanjutkan sampe ke Loksado dimana jalannya rada gelap karena masuk hutan, tetapi jalanannya mulus dengan kontur naik turun bukit. Dan alhamdulillah setelah bbrp kali melewati turun naik bukit dan para penumpang memilih diam (yg besoknya ketahuan klo pada ketakutan) sampailah kami disebuah perkampungan dan kami disetop oleh seseorang bersepeda motor dan yg lain tak bukan ternyata penunggu penginapan kami di Loksado.

Screen Shot 2020-04-21 at 12.12.37

Sampe penginapan, tempatnya juga rada seram buat yg lain dengan bahan dasar kayu semua bangunannya dan udara dingin dan langsung makan malam .Oiya sebelum memutuskan berangkat kesini kami juga sdh memesan makanan di hotel ini mengingat sdh bakal mikir bakal kelaparan dan bakal susah cari tempat makan di lokasi.

Hari 4 Loksado – Balikpapan.

Pagi di Loksado, gw seperti biasa pisah dari rombongan dahulu setelah subuh. Karena telah janjian dengan seseorang untuk ke Bukit Langara. Ternyata lokasinya gak begitu jauh dari tempat kami menginap ttp yang menantangnya adalah bukitnya sangat terjal sehingga perlu kehatian2 ketika nanjak dan pastikan pake alat kaki yang aman dari tusukan2 batu yg tajam. Kemiringan nanjak nya juga lumayan ada yg 60 derajat di beberapa titik sehingga memang menantang naik bukitnya.

img_1070

Tetapi sampai puncak, lelah dan tantangan nanjak tadi terbayar dengan viewnya yang sangat keren sekali dengan ada sungai kecil dibawah dan didepan mata ada puncak Gunung Besar yg terlihat dan terselimut awan.

Setelah puas cekrak cekrek, baru keliatan bagaiman tajamnya itu batu2 diatas seperti batu2 karang yang nyasar di perbukitan.

img_1096

Nah kembali ke penginapan, baru bisa melihat bgmn realnya si penginapan ternyata walaupun kayu suasananya asri sekali dan tidak seseram semalam dan anak2 pun happy bermain di sungai di belakang penginapan.

img_1251

Dan disungai itu kita juga bisa memacu adrenaline dengan arum jeram. Nah bedanya dari tempat lain disini arung jeram menggunakan bambu yg dikenal dengan bamboo rafting. Dan telah puas dan hari mulai siang kami memutuskan utk memulai perjalan pulang ke Balikpapan agar tidak terlalu malam nanti di perbatasan Kaltim-Kalsel.

Screen Shot 2020-04-21 at 15.15.12


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s