Arsip | 7:43 pm

Kintamani, sisi ‘dingin’nya Bali

4 Mar

Setelah postingan sebelumnya tentang sisi panasnya Bali, kali ini kita refresh sedikit mengulas tentang sisi yang adem di Bali.

Jika mendengar kata adem suasana yang terbayangkan adalah berupa hawa sejuk pegunungan dengan angin semilir-semilirnya. Tepat, di Bali ada suatu tempat yang bisa merasakan hawa pegunungan sejuknya sambil menikmati makanan yang eunak. Makanan akan semakin enak dengan adanya lukisan Tuhan berupa pemandangan gunung dan danau Batur didepan mata yang bener-bener menakjubkan.

Kintamani

Untuk mencapai gunung Baturnya sendiri atau ke tepi danunya jalannya sangat terjal dan memerlukan banyak waktu lagi.

Gunung Batur

Tetapi jika memang hanya mau menikmati pemandangannya cukup hanya dari Kintamani sudah bisa menikmati pemandangan yang elok. Dan yang harus diwaspadai adalah dengan pedagang kaki lima disini yang sangat agresif menawarkan barang-barang dagangan mereka, jadi berhati-hatilah, jika tidak ingin cukup bilang tidak mau. Dan untuk menikmati pemandangan juga bisa sambil mengisi perut di restoran-restoran-restoran serta cafe-cafe di pinggir-pinggir lembah yang menghadap ke Batur, tetapi harus dimaklumi harganya mahal .

Sebelum ke Kintamani dari desa Ubud kita  juga bisa menikmati pemandangan hijau berupa hamparan bukit-bukit sawah. Bukit-bukit sawah merupakan cara bertanam petani Bali yang sangat terkenal yaitu Subak.

Subak Bali

Dan untuk mencapai pemandangan sawah-sawah tersebut juga tidak sulit, hanya berada di pinggir jalan antara desa Ubud dengan Kintamani, dan di pinggir jalan tersebut juga terdapat cafe-cafe dan restoran yang menawarkan view ke sawah-sawah dengan kontur bukit-bukit tersebut.