Payakumbuh, kota kelahiran gw

3 Okt

Payakumbuh merupakan salah satu kota yang ada di provinsi Sumatera Barat. Kota ini diapit oleh gunung Sago dan Gunung Bungsu. Kota ini dapat ditempuh sekitar 1/2 jam dari kota Bukittinggi dan +/- 4 jam dari Pekanbaru, Riau Daratan.

Sebelum menjadi kota, kota PYK ini sebenarnya merupakan ibukota kabupaten Lima Puluh Kota, tetapi seiring perkembangannya kota ini memisahkan diri kabupaten induknya dan menjadi kotamadya sendiri.

Kotanya tidak begitu besar, mungkin kalau sekarang digolongkan menjadi kota sedang. Jadi kota ini teang dan damai sekali dan tidak begitu crowded. Yang menarik di kota ini adalah kota ini terdiri dari bukit-bukit sehingga cocok untuk tempat wisata.

Gerbang Masuk Kota.

Jika kita datang dari kota Bukittinggi setelah beberapa saat kita memasuki pintu gerbang kota ini kita akan langsung bertemu lagu dengan gerbang yang diapit dua lereng bukit, lokasi ini disebut juga dengan Ngalau Duo ( Duo= dua ). Ngalau Duo ini berupa obyek wisata goa-goa dan lereng-lereng bukit. Kenapa dibilang Ngalau Duo karena ada Ngalau yang lebih pertama ditemukan.

Ngalau Indah tepatnya namanya untuk Ngalau yang pertama sekali ditemukan. Berbeda dengan Ngalau Duo untuk mencapai Ngalau Indah kita terlebih dahulu harus menempuh jalan mendaki bukit dengan jalan berkelok-kelok khasnya jalan di Sumbar.

ngalau indahJalannya bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat. Sesampai di lokasi Ngalau Indah ini kita akan mendapati pemandangan yang benar-benar indah jika kita melihat pemandangan sekitarnya karena kita berada di puncak bukit. Dan akan lebih indah lagi jika kita masuk ke dalam goanya yang banyak stalagmit dan stalagtitnya.

Dan di lokasi bawah sebelum kita memasuki daerah Ngalau juga ada obyek wisata Medan Nan Bapaneh, disini biasanya digunakan untuk pertunjukan kesenian dan dalam waktu dekat juga akan dibangun WaterBoom.

Ketika kita bertolak memasuki pusat kota kita akan melalui jalan yang bersih serta rapi dan akan menemui masyarakatnya yang ramah dan juga akan menemui beberapa angkot nya yg khas dengan warna biru yg disini disebut Sago.

Di pusat kotanya bangunannya juga didominasi oleh bangunan dg ciri khas Minangkabau berupa atap bagonjong. Di tengah kota juga ada bunderan berupa Jam, tapi tidak sebesar yang di Bukittinggi cuman sederhana berupa tambahan air mancurnya dan juga ada sepeda ontel besar di sebelah kirinya tepatnya di depan Kantor Bupati Lima Puluh Kota. O iya, yang menarik di kota ini juga masih ada Kantor Bupatinya disamping Balaikota, karena kantor Bupati di kabupaten induknya terdahulu belum selesai kalo gak salah ( lama amir y….)

Di kotanya juga belum ada Plaza/Mal, baru ada berupa supermarket/Swalayan dan fastfoodnya CFC (California Fried Chicken).

Fastfood dari luar gak disini karena fastfood aseli sini kayaknya lebih menggiurkan. Siapa yang gak kenal Sate Padang, nach disini ada jenis sate padang yang disebut sate dangung-dangung, ini merupakan inceran perantau-perantau jika pulang kampung, beda dengan sate padang yang kuahnya warna merah, sate ini kuah nya warna kuning kunyit. Kemudian juga ada martabak mesir aseli Kubang, makanannya kalau di jawa disebut martabak telor, beda dari yg di jawa, disini makannya ditemani berupa saos seperti mpek-mpek dan adonanya ditambah potong2an kecil daging, dijamin bakal nambah pokoknya.

Selain makanan tadi, juga ada cemilan seperti Batiah (kerupuk dari nasi), Gelamai (seperti Jenang), Beras Rendang, Dakak-dakak, Lemang, dll.

Iklan

8 Tanggapan to “Payakumbuh, kota kelahiran gw”

  1. STR 25/10/2007 pada 9:29 am #

    Beras Rendang?? Kek gmana tuh?

  2. davepedrosa 28/05/2008 pada 10:52 am #

    boleh lah……
    semoga payakumbuh jadi indah berkat semua kata2mu

    >>>>yup….pyk emang bisa pastinya secara jalur antara bkt-pku

  3. rudi 07/08/2008 pada 10:09 am #

    saya pengen kali makan goreng belut jo lado ijau.eeeeeeeeeeeennnnnnnnnnnnnnnnnnnnaaaaaaaaaaaaak!

    >>>>ya mas….enak bgt goreng belut pake sambel ijo…sambel merah juga ok….

  4. Lomar Dasika 27/03/2010 pada 12:00 pm #

    Uda sudah lamo indak pulang kampuang ya? 😀 *hihihi…sok-sokan pakai bahasa Minang*

    btw, Danguang-Danguang tuh empuuuuuuuuuuuuuuuukkkk banged! Makannya pakai kerupuk Jangek. slurrrppp.

    hihihi… sharing post tentang Payakumbuh dech :p
    http://lomardasika.blogspot.com/2009/09/sekilas-tentang-payakumbuh-dan-hotel.html

    anyway, kirain baru ngepost tapi ternyata postingan lama. Koq postingan ini baru muncul yach di update blog? 😀

    • aNNo' 27/03/2010 pada 1:29 pm #

      uda lah lamo ndak pulang kampung yo?….gw benerin dech…hehehehehe

      yoi..sate dangung-dangung manteb abis…klo gw pulang kampung tiap hari bisa makan sate…hehehehe

      yop..ini ada update dikit di blognya…

      • Lomar Dasika 27/03/2010 pada 2:01 pm #

        sayang gambar2nya gak muncul *jadi penasaran*

        thanks udah diralat…hihihi…boleh nich kursus Bahasa Minang, gratuik….(gratis maksudnya…salah yach? :p

      • aNNo' 27/03/2010 pada 2:05 pm #

        Klo gambar sate ada koq..coba buka halaman yg lain. Hehehe
        Gratis itu ‘indak bayia’ alias gak bayar wkwkwkw

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pisang Goreng + Ketan « from nagari to anywhere - 20/05/2008

    […] ini merupakan salah satu favorit gw untuk sarapan ketika pulang kampung. Yup, mungkin kebanyakan pada bingung kenapa pisang gorengnya anech. Mungkin pada kenal klo ni […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: