Arsip | 10:27 am

Kuburan bayi di Toraja lebih unik

30 Mar

Setelah sebelumnya kita melihat kuburan masyarakat suku Toraja yang di bukit-bukit batu di Lemo, ternyata tidak semua umur di kubur di bukit batu itu.

Tidak begitu jauh dari Lemo sekitar setengah jam dengan medan perjalanannya juga lebih kurang sama dengan yang di Lemo, menyusuri kaki-kaki bukit kemudian masuk jalanan ke kampung-kampung, bertemulah kita dengan berderet-deret Tongkonan.

Kemudian tidak jauh dari deretan Tongkonan -rumah adat suku Toraja kita akan melihat plang nama bertuliskan Baby Grave atau Kuburan Bayi Kambira. Yop di Kambira, salah satu kampung lagi di Toraja Utara yang bisa melihat kuburan bayi suku Toraja.

Kenapa dibilang lebih unik? Senyampenya di areal pekuburan, gw sempat bertanya-tanya yang mana kuburannya, batu nisan tidak ada, dan disini juga tidak berupa lereng bukit hanya ada anak tangga dan pohon besar. Nach ya itu yang pohon besar kata guide gw.

Dan diteliti lebih jauh di pohon besar itu memang ada pintu-pintu yang sepertinya terbuat dari lapisan kulit pohon aren yang berbentuk segiempat. Dan menurut info yang pintu segiempat itulah pintu ke kuburan bayinya.

Jadi, anak-anak yang giginya masih berupa gigi susu jika meninggal maka akan dikubur didalam batang-batang pohon besar itu.

Di Kambira ini tiket masuknya hanya Rp5000/orang dan juga sudah disediakan lahan parkir untuk mobil yang mungkin maksimal hanya 5 mobil sedang dan juga sudah disediakan toilet, sehingga lumayan nyaman berkunjung kesini. Tetapi tetap hati-hati berjalan disini, karena jalanan licin. Dan disini juga sudah ada toko souvenir khas Toraja.

Iklan