Pulau Kembang pulaunya raja monyet


Masih dari sisa perjalanan dari Pasar Terapung, selain mencoba Soto Banjar yang dijual terapung juga. Kita juga bisa mengunjungi tempat yang tidak kalah uniknya dari pasar terapung itu sendiri. Tepat di tengah sungai Barito, ada daratan juga yang disebut pulau dan dikenal namanya dengan Pulau Kembang.

Kenapa disebut Pulau Kembang, konon katanya Pulau yang merupakan delta dari sungai Barito ini hanya berupa tumpukan tanah biasa dan lama berkembang terus dengan semakin banyak tanahnya dan kemudian ditumbuhi tumbuhan sehingga terus berkembang, sehingga nama delta tersebut menjadi Pulau Kembang.

Pulau ini ditumbuhi tumbuh-tumbuhan khas Kalimantan, dan saat ini dihuni oleh kawanan monyet yang termasuk jenis kera berekor panjang alias monyet. Dan di tengah-tengah pulau katanya juga ada rajanya dengan tubuh yang lebih besar. Di pulau yang daerah administrasinya termasuk ke Kabupaten Barito Kuala, Kalsel ini terdapat tempat untuk pemujaan bagi etnis Tionghoa, dimana ada berupa tempat pemujaan disertai replika monyet putih/ Hanoman.

Untuk mencapai pulau ini tidak begitu susah apalagi sebelumnya telah mengunjungi Pasar Terapung, pulau ini sebenarnya sudah kelihatan ketika kita akan menuju Pasar tersebut. Dan setelah mengunjungi Pasar Terapung biasanya yang punya jukung akan menawari apakah kita berminat ke Pulau Kembang atau tidak, atau jika tidak ditawari cukup ditanyakan ke yang punya jukungnya apakah bisa melanjutkan perjalanan ke Pulau Kembang.

Dan sebelum bersandar di pulau Kembang sebaiknya barang-barang kecil disembunyikan didalam tas dan dipegang erat baik itu kacamata, topi, arloji, kamera, karena kalau tidak, bakal dicolong oleh monyet-monyet tersebut. Dan sebaiknya siapkan saja makanan-makanan kecil untuk diberikan ke kawanan monyet tersebut. Monyet-monyet disini sangat agresif, bisa jadi karena mereka kelaparan….Dan jika takut dengan monyet sebaiknya jangan sampai bersandar atau mendekat ke dermaganya, karena bakal histeria melihat monyet yang sangat agresif-agresify yang naik ke jukung, cukup melihat dari jauh-jauh saja bagaimana monyet-monyet itu bertingkah.

 

 

 


21 respons untuk ‘Pulau Kembang pulaunya raja monyet

  1. Nah ini dia postingannya yg kutunggu 🙄 , wah monyetnya agresif banget yah. tuh banyak banget yg udah kumpul di dermaga. jd mikir seribu kali nih kl mo kesana :mrgreen:

    >>>>ngeliat jukung lain yang dilompatin monyet jadi keder juga mo mendekat…..

  2. wah sori gw kasih komen lagi nehh…coz blog mas ini termasuk situs/blog favorit gw.he….pas liat postingan ini jd ingat kejadian lucu pas topi temen gue diculik ma monyet disono.tp untung kami ada ide, kami kasih aja monyet nya kacang kulit 1 bungkus.jd nya topi itu ditinggalin gitu aja ditanah.alhasil temenku pd girang topi nya balik, coz topi itu topi ber merk (yg beli nya di toko ray surf).
    mas anno jd trip ke banjarmasin gak?liat festival pasar terapung…

    >>>>tadinya gw juga berniat mo masuk ke dalam mo ngeliat RAJAnya tuch monyet didalam…tapi gw masih sayang am kamera gw euy….so mending liat dari luar ja dach….
    gw gak bisa uey ke festival terapung…..jadwal gak memungkinkan….tepatnya teman yg diajak kesono pada gak bisa juga….gak seru klo sendiri

  3. Hmmm.. asyik juga tuh.. mungkin mirip dengan Pulau Kumala di Tenggarong, pulau ditengah-tengah sungai Mahakam… Tapi kalau di Kumala gak ada monyetnya kali’ CMIIW.. sudah dijadiin taman hiburan

    >>>>Pulau Kumala itu buatan manusia kalo gak salah….

    1. kya nya enak tuh…!! sambil ngemil ma monyet2 di sna …..0.o

      wkwkwkwkwkw . . . tpi bagi yg ngerasa aj yah … ??

      btw spa aj nama monyet nya . . . . . . . . . ?

      pengen tao dunkz ….

  4. Selayaknya P Kembang bisa dikembangkan selain untuk mendukung fungsi konservasi tetapi juga memberikan manfaat secara ekonomis baik bagi masyarakat maupun bagi pemerintah kabupaten. Walaupun fungsi konservasi ada pada level pusat tetapi untuk fungsi secara ekonomis bisa sharing dengan pemerintah kabupaten setempat.

  5. Bulan September lalu saya sempat kesana untuk yang pertama kalinya. Pulau Kembang memang punya potensi pariwisata tapi masih memerlukan “sentuhan” lagi agar daya tariknya bisa lebih baik.

    >>>>yoi..apalagi masalah kera liarnya yg bikin orang takut itu nach

Tinggalkan Balasan ke haris Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s