Petualangan di Sasak Village, Lombok

6 Sep

Suku Sasak merupakan suku asli di pulau Lombok. Suku Sasak ini mayoritas beragama Islam walaupun pulau Lombok ini dekat dengan pulau Bali yang mayoritas penduduknya beragama Hindu.

Di pulau Lombok sendiri, telah disediakan perkampungan suku Sasak yang masih mengadopt seperti suku Sasak jaman dahulu untuk semua komponen yang berada di perkampungan. Perkampungan suku Sasak ini disebut juga ‘Sasak Village’biar agak keren dikit, mungkin bisa jadi untuk menarik wisatawan mancanegara agar lebih penasaran dengan kehidupan asli suku Sasak, karena kecendurangan wisatawan domestik jarang yang tertarik dengan budaya-budaya lokal.

Pertama kali memasuki perkampungan Sasak akan terlihat keunikan dari suku ini seperti rumah adatnya yang atapnya terbuat dari jerami dan dindingnya dari bambu. Bentuk atapnya juga sangat unik dengan atap yang agak ditinggikan sehingga berbentuk seperti piramida. Dan desain atap paling unik terutama di lumbung padinya yang atapnya lebih tinggi lagi, dan desain atap lumbung inilah yang dipakai oleh bangunan-bangunan yang ada di pulau Lombok seperti bandara, perkantoran, restoran serta hotel atau villa-villa. Keunikan rumah adat lombok tidak hanya itu saja, lantainya ternyata dibuat dari campuran kotoran kerbau dan kelapa serta tanah tentunya. Dan setelah dicek kerumah aslinya, tidak berbau sama sekali, malah tuch lantai lebih keras dari lantai tembok. Dan perkampungannya ini juga berada di perbukitan.

Dan dari adat dari cerita yang gw dapat ada yang unik dari perkawinannya, dimana sebelum acara lamaran calon pengantin pria kudu menculik dulu caon istrinya dirumah calon istrinya tersebut dan dibawa lari ke suatu tempat yang tidak diketahui orang. Dan setelah beberapa hari baru keluarga calon pengantin pria datan gke rumah calon pengantian wanita untuk mengutarakan maksudnya. O iya, calon pengantin wanita ini juga harus menyelesaikan minimal 3 buah kain tenunan sebelum bisa dilamar.

O iya, yang boleh tinggal di rumah hanya anak perempuan dan orang tua, sedangkan anak laki-laki tidur di langgar/masjid. Dan kamar anak perempuan berada di bagian dalam rumah sedangkan orang tua di ruang depan. Ruangan rumah sasak hanya 3 ( Kamar bagian dalam, Ruang tengah yang difungsikan sebagai dapur juga, ruang depan sebagai penerima tamu), dan dibagian dalam rumah tidak ditemui ventilasi udara.

Di komplek perumahan Sasak ini juga fasilitasnya juga sudah lengkap mulai dari Tempat Ibadah (baca Masjid), Aula pertemuan, lapangan luas untuk pertunjukan, dan tentunya air bersih yang disediakan sebuah guci di masing-masing rumah. Dan di Sasak Village ini kita juga bisa membeli oleh-olleh khas dari suku asli Sasak mulai dari tenunan kain sampai kerajinan tangannya. Dan yang tidak boleh lupa adalah masyarakat suku Sasak ini sangat ramah dan baik-baik.

Iklan

11 Tanggapan to “Petualangan di Sasak Village, Lombok”

  1. Za 06/09/2008 pada 12:43 pm #

    lombok, itu masuk NTB kan ya….
    wah keren juga, dulu pas kesana gak sempet jalan2 ke pinggirannya palingan cuman ke pemandian air panas di watu kokok *kl gak salah inget* ama ke merbella ….:))

  2. budiernanto 06/09/2008 pada 2:59 pm #

    aneh amat, kalo mau nikah harus diculik dulu, hahaha..

    tapi itulah bhineka tunggal ika..

  3. Juminten 06/09/2008 pada 8:03 pm #

    lantainya terbuat dr kotoran kerbau jg? wekz… *ga kabayang*
    hehehe… unik jg tuh adat pernikahannya. 😀

    >>>>iye jum…tapi gak bau koq..mirip tembok malahan

  4. amrinz 08/09/2008 pada 3:22 pm #

    Napa gak mampir di ampenan om,
    he he he.

    saya di ampenan nih

    >>>>mampir sich..bandaranya ampenan khan?….wehehehe….

  5. zee 09/09/2008 pada 9:40 am #

    weh saya blom jadi-jadi ke lombok. katanya pantainya memang bagus banged….

    >>>>iy mbak….udah bersih sepi lagi….

  6. woel 09/09/2008 pada 10:33 am #

    iya nih mas, aku dah resign, masih diminta disana sih kontrak gituh cuman kayaknya mo nyari yang tetep lagi

  7. Denmasrul 09/09/2008 pada 9:00 pm #

    Jadi inget pernah ke Sade, desa tradisional suku Sasak itu… sekitar desa terhampar sawah hijau nan luas… damai banget rasanya..

    >>>>tapi kemaren itu koq gersang ya den?….gak ada keliatan sawah yg ijo….

  8. escoret 10/09/2008 pada 2:53 pm #

    bangkeeeeeeeeee..!!!!
    aku belom kesana,ini sudah di posting..!!!!

    *menyesal baca blog ini*

    >>>>akhirnya gw bisa bikin kesal lo juga….wuakakakakaka…..

  9. Impink 26/03/2009 pada 9:23 am #

    ingin liburan di Lombok
    Percayakan kepada team kami untuk mengarrrange rencana tersebut.
    infomasi tentang lombok di 081237145444

    Salam wisata

    Impink Lombok

  10. fata alkayyisu 11/04/2010 pada 9:08 am #

    ape aran bale khas lombok ??????
    solah gambarn aneh

Trackbacks/Pingbacks

  1. Korean Village…a real of korea « from nagari to anywhere - 22/10/2008

    […] bagaimana aktivitas mereka di daerah aslinya, tepatnya kita bisa melihat itu semua seperti layaknya masy Lombok dengan Sasak Villagenya, maka korea juga punya Korean […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: