Arsip | Oktober, 2008

Balikpapan,ibukotanya Kalimantan

30 Okt

Kalo nyebut Kalimantan pasti kita bakal langsung membayangkan pulau yang masih ditutup hutan lebat yang hijau dengan sungai lebar yang meliuk-liuk seperti ular. Tetapi jika kita menginjakkan kaki di kota Balikpapan, salah satu kota besar dgn penduduk lebih dari 500ribu ini di provinsi Kaltim, maka hayalan tadi bakal buyar. Kota Balikpapan yang dikenal juga sebagai kota minyak tidak seperti kota di Kalimantan lain kebanyakan.

Kota-kota di Kalimantan kebanyakan berada dipinggir sungai besar atau riverview, nach berbeda dengan kota Balikpapan yang berupa kota tepi pantai atau baycity,kota Balikpapan yang juga terkenal dengan maskotnya Berunag Madu penataaannya juga sangat berbeda dengan kota lainnya, dimana kota Balikpapan lebih teratur dan terutama adalah kota Balikpapan ini sangat tertib,apalagi untuk tertib lalu lintas sepertinya Balikpapan akan sangat unggul sebagai kota tertertib lalu lintas se Kalimantan bahkan Indonesia kayaknya. Tertibnya ini juga dicontohin oleh warganya yang memang kebanyakan pendatang dan sangat sedikit sekali orang aslinya mungkin bahkan tidak ada, dan tentunya juga dicontohin oleh para ekspatriat yang bekerja di sektor minyak dan batubara disana.

Dan saking banyak pendatangnya kota ini melaju sebagai kota besar di Kalimantan mengalahkan ibukota provinsinya Kaltim(baca Samarinda) sendiri dan kota-kota lain di Kalimantan dalam bidang kemqjuan kotanya. Bukti yang paling jelas adalah kebanyakan kantor-kantor cabang pusat di Kalimantan berada di kota ini, bandara terpadat dan tersibuk juga berada di kota ini, dan tentunya kemajuan di bidang properti juga berada di kota ini, dimana saat ini sedang banyak dibangun gedung-gedung bertingkat untuk hotel, apartemen, mal dan perkantoran.Kota ini terbantu dengan lalu lintas orang yang bolak balik Balikpapan untuk urusan dinas sehingga hotel-hotel berbintang bertebaran. Pokoknya jika berada di Balikpapan kita akan merasa berada di salah satu kota di Jawa.

Iklan

Incheon, Bandara utamanya Korea

26 Okt

Tidak lengkap rasanya menutup postingan tentang Korea jika tidak menutup dengan review pintu gerbangnya. Yup, Incheon International Airport merupakan bandara utama dari negara Korea Selatan, seperti layaknya Bandara Soekarna Hatta(BSH) Indonesia. Eitss, ntar dulu Incheon ini tidak bisa dibandingkan dengan BSH yang di Jakarta karena bandara yang berjarak 30 menit perjalanan dari pusat kota Seoul ini merupakan salah satu bandara terbaik di Asia dan bahkan masuk kedalam daftar 5 bandara tersibuk di dunia.

Bandaranya ini berada di lepas pantai yang merupakan hasil reklamasi pantai dari 2 pulau dan sangat luas sekali karena bandara ini sebagai rumah untuk airline-airline yang ada di korea serta juga sebagai pusat cargonya Korea Selatan.

Dan yang sangat berkesan bagi gw adalah dari terminal kedatangan ke pintu keluarnya sangat simple sekali dan dekat dan berbeda sekali dengan pintu keberangkatan yang  berbelit-belit, sehingga sangat memanjakan bagi mereka yang baru datang. Dan yang unik lagi adalah traffic towernya didesain futuristik sekali seperti burung setengah kadal bersisik gitu…hehehe..gw bingung nyebutnya gimana.

Dan dari segi fasilitas, bandara ini bener-bener lengkap. Seperti misalnya transportasi, tersedia kereta api cepat,bus, taxi dan tentunya jalan yang mulus dan banak jalan pintas ke pusat kota Seoul yan gberupa jembatan membelah pantai sehingga bisa mengurangi waktu tempuh. Dan tentunya terdapat restoran-restoran dan kafe-kafe apalagi butik-butik sepanjang terminal keberangkatan yang panjaaaang. O iya, tak lupa ada telepon umum yang dilengkapi internet, eitss internetnya bukan berupa komputer desktop/laptop tapi berupa terminal seperti telpon umm kebanyakan, kencang n murah.

Dan biarpun Incheon merupakan salah satu bandara tersibuk, tetapi di terminal keberangkatan areanya terbuka sehingga semua orang bisa masuk dan pengantar bisa mengantar tamunya untuk check in dan hany akan dipisahkan ketika tamu akan masuk ruang tunggu, dan tentunya pengamanan yang berlapis untuk ruang tunggu sehingga gw terpaksa meninggal 2 bungkus kimci …hiksss..

Korean Village…a real of korea

22 Okt

Setelah sebelumnya kita mengetahui secara garis besar bagaimana kehidupan korea itu via museum, nach sekarang kita bisa melihat secara langsung bagaimana aktivitas mereka di daerah aslinya, tepatnya kita bisa melihat itu semua seperti layaknya masy Lombok dengan Sasak Villagenya, maka korea juga punya Korean Village.

Korean Village berada di tengah kota, sehingga sangat gampang dicapai dari kota metropolis Seoul. Sehingga bagi mereka yang belum pernah tahu bagaimana kehidupan masyarakat aslinya bisa langsung berkunjung ke Korean Village ini. Areanya sangat luas, dan dibentuk benar-benar persis seperti perkampungan Korea asli, dan konon kabarnya Korean Village ini aslinya memang perkampungan asli yang memang dipertahankan sebagai cagar budayanya. Dan hanya saja penduduk aslinya yangmemang sudah tidak ada, tetapi di korean village masih tetap ada masyarakatnya yang diwakili oleh para aktor/aktris yang berperan sebagai penduduk asli dan digaji oleh dep pariwisatanya.

Di Korean Village ini kita bisa melihat bentuk rumah mereka yang atapnya terbuat dari jerami dan juga bisa masuk kedalam rumahnya yang unik dimana ruangannya ato tepatnya dibawah lantai ruangannya yang kayu tersebut terhubung ke dapur dimana disana ada semacam tungku sehingga jika dimusim dingin ruangan di kamar tetap hangat. Dan kamar laki-laki dan wanita terpisah. Dan jika suami istri ingin berhubungan maka istrinya harus masuk ke kamar laki-lakinya. Dan yang unik lagi diluar rumah digantung macam-macam hasil ladangnya seperti padi,gandum,jagung dan buah-buahan dan ada satu yang unik lagi ada gantungan tepatnya ukiran dari kayu yang menyerupai alat kelamin laki-laki alias p*ni* yang tidak hanya satu seperti gambar diatas yang konon kabarnya itu untuk mendapatkan anak laki-laki.

Dan di masyarakat korea ini anak laki-laki dipisah dengan anak perempuan, mereka hanya bisa ketemu kalo misalnya mereka udah nikah. Ini bisa dilihat dari permainan mereka yang terpisah antara permainan anak laki-laki dan anak perempuan dengan tempat yang berbeda pula tentunya.

Permainan anak cowok berupa tarian yang menawarkan akrobat-akrobat dengan tali yang panjang yang berada di topinya yang bisa berputar-putar, sedangkan yang cewek permainanannya lebih ekstrim.

Gw merasa permainan mereka ini serasa kebalik malah yang cewek yang ekstrim. Dan yang tak boleh dilewatkan satu lagi adalah ada sebuah kepercayaan dimana di kampung asli tersebut disediakan sebuah wadah seperti guci dan jika kita bisa memasukkan kayu sebesar telunjuk sepanjang satu meteran dari jarak 2-3 meter 5x berturut-turut maka semua keinginan ketika kita memasukkan kayu tersebut akan terkabul. So, jika sempat berkunjung ke Seoul, Korsel lokasi ini jangan sampai terlewatkan. Dan disini juga terdapat stan untuk mencari oleh-oleh, dan yang khas tentunya miniatur rumah korea.

ps : o iya, mohon dikoreksi jika ada info diatas yang keliru karena info diatas sesuai info dari tour guide gw.

Mengenal Korea ‘via’ Museum

12 Okt

Jika berkesempatan berkunjung ke negara Korea Selatan(Korsel) atau berniat berkunjung ke Korsel, tempat wajib yang harus dikunjungi adalah museumnya yaitu National Folk Museum of Korea. Museum ini berada di tengah kota Seoul ibukota negara Korsel. Dan museum ini malah dikepung oleh gedung-gedung bertingkat sekelilingnya. Dan meuseum ini juga bersebelahan lokasinya dengan kantor perdana menteri dari negara ginseng ini yang disebut Blue House.

Dan konon tadinya komplek museum ini adalah eks komplek istana kekaisaran Korea yaitu istana Gyeongbokgung yang saat ini tidak berfungsi lagi. Sejak museum ini digabungkan dengan kompleks istana tersebut, maka museum ini sangat luas sekali. Pertama masuk kita akan disuguhi oleh patung-patung yan g konon katanya itu merupakan patung di pusara kuburan-kuburan dan juga ada ukiran-ukiran kayu yang disebut jangseung sebagai penyukses panen dan seterusnya kita akan disuguhi bangunan tinggi berupa seperti pagoda yang dibawahnya ada ruang museum utama/exhibition hall.

Di ruang exhibition hall ini terbagi beberapa ruangan yang saling menyatu, dimana disini kita bisa belajar mengenai bagaimana kehidupan masyarakat korea jaman dulu sampai sekarang, asal muasal korea, proses perkawinan di korea, etnis yang ada di korea, suasana pedesaan korea, pakaian daerah , rumah-rumah khas korea dan tentunya juga benda-benda kuno asli korea yang kesemuanya  diceritakan di beberapa diorama seperti halnya diorama di Monas, Jakarta tetapi disini sangat lengkap sekali.

Selain kehidupan korea, disini juga diceritakan bagaimana proses pembuatan Kimchi-sayuran khas korea, huruf kanji korea dan tentunya ginseng korea. Selain exhibition hall juga tersedia musem khusus anak-anak. Setelah puas mengenal korea lebih dekat di ruangan, masih banyak juga yang menarik di area luar museum. Selain ada patung pemanggil panen, disini kita bisa memasuki area bekas istana dan melihat ruang-ruangannya yang sangat megah dengan ciri khas ruangannya adalah warna merah.Dan setelah puas berkeliling dan tentunya bangunan yang sangat kokoh biarpun terdiri dari kayu-kayu. Dan di luar area istana kita bisa berfoto dengan aktor-aktor yang berperan seolah-olah masih sebagai penjaga istana jaman dulu.

Dan jadikanlah foto bersama penjaga sebagai oleh-oleh dari museum korea ini. Cukup seharian di museum ini, kita sudah bisa mengenal korea hampir 100% saking lengkapnya isi museum ini. *kunjungan wajib*

Bandara Selaparang, Lombok

7 Okt

Dengan kode AMI berarti kita menuju/telah dari bandara di Pulau Lombok. Mungkin AMI lebih kurang singkatan dari AMpenan Indonesia..(sorry ini asal)…Kenapa Ampenan ? Karena bandara Selaparang ini berada di kecamatan Ampenan di kota Mataram, ibukotanya NTB yang berada di pulau Lombok. Dan namanya Selaparang? GW juga gak tau kenapa disebut Selaparang, biasanya sich nama pahlawan lokal sana….andara ini berasitektur bergaya rumah adat suku Sasak dengan ciri khas atap yang bersegi.

Bandara Selaparang ini berada tidak begitu jauh dari kota Mataramnya kurang lebih 15 menit ke kotanya. Bandara ini melayani penerbangan domestik ke Jakarta, Denpasar(Bali) serta Surabaya dan ke kota kecil lain di NTB, pulau Sumbawanya. Bandara ini berada di tengah-tengah perkampungan penduduk dan dikelilingi sawah-sawah penduduk seperti terlihat di gambar atas. Bandara ini juga melayani rute internasional ke Singapura. Adapun airline yang melayani rute kesini seperti Garuda, Lion, Batavia, Merpati serta pesawat charter dan Silk Air ke Singapura.

Dan untuk kondisi saat ini menurut gw bandaranya sudah tidak layak lagi dengan jumlah penumpang yang ada, karena bandaranya masih kecil dan kemungkinan permintaan penerbangan dengan request tujuan ke Lombok sudah sangat banyak terbukti dengan seat-seat dari airlines yang terisi hampir penuh terus dan dengan rates yang juga tidak sangat bersaing alias mahal.

Dan ternyata ini tidak hayalan gw semata klo nantinya Lombok bakal punya bandara yang layak untuk menampung penumpang yang membludak serta dengan desain yang bagus tentunya. Saat ini pemrov sana lagi membangun bandara baru yang akan melayani banyak rute internasional dan lokasinya juga akan berada jauh dari bandara saat ini dan tentunya juga jauh dari kota Mataram, tapi tenang lokasinya berada di tengah-tengah pulau Lombok sehingga akan memudahkan bagi wisatawan-wisatawan menuju ke lokasi-lokasi favorit di Lombok yang memang menyebar. O iya, nantinya bandara ini akan mempunyai nama Bandara Internasional Lombok….Sip dach dengan bandara baru ini gw berharap Lombok bisa mengimbangi laju wisatawan ke Indonesia sehingga turis-turis luar tidak hanya mengenal Bali. Dan Lombok beneran bisa menjadi Bali keduanya Indonesia.

Oleh-oleh dari Lombok

3 Okt

Setelah puas keliling-keliling pulaunya dan gili-gilinya, tidak puas rasanya kalau belum nemu buah tangan yang anech-anech dari pulau ini. Yang pasti oleh-oleh ini pastinya harus bener-bener khas dan tidak bisa atau di tempat lain tidak ada.

Antara lain :

1. Tenun khas suku Sasak.

Untuk tenunan ini agar mendapat yang murah dan berkualitas tinggi kudu datang ke lokasi membuatnya yaitu ke kampung-kampung suku Sasak yang disana ada suatu kampung yang disubsidi pemerintah untuk membuat tenunan tangan ke ibu-ibunya. Ataupun bisa juga di Sasak Village.

2. Tembikar dan kerajinan dari tanah liat

DAn jika ikut travel agent kita akan bisa mencoba membuat tembikar sendiri

3. Mutiara

Mutiara disini juga ada 2 macam : ada mutiara darat dan mutiara laut. Dan yang pasti mutiara lat lebih mahal dari darat dan mutiara asli dari kerang yang bukan dikembang biakan juga lebih mahal dari kerang yang dikembangbiakan. Kualitasnya bisa diliat dari mengkilatnya….

4. Makanan dari Rumput Laut

5. Kaos kata-kata